7 Penyebab Kegagalan Dalam Bisnis Kecil UMKM

Anda ingin menjadi kaya raya?. Jawabannya tentu saja iya, namun banyak orang-orang yang bertanya bagaimana caranya menjadi kaya. Ya, jawabannya dengan usaha dan kerja keras lewat wiraswasta salah satunya (enterpreneur).

Saat ini istilah Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan salah satu jenis usaha yang banyak dijalankan masyarakat Indonesia kelas menengah ke bawah. UKM adalah jenis usaha skala kecil yang umumnya berupa sektor informal seperti pedagang kaki lima, pedagang asongan, usaha rumah tangga dan lainnya.

UKM merupakan salah satu penyangga perekonomian Indonesia terbesar. Namun banyak sekali pelaku UKM yang gagal berkembang alias bangkrut di awal dan tidak mengecap kesuksesan.

Ada beberapa penyebab atau faktor yang membuat sebuah UKM tidak berkembang alias gagal. Berikut penjelasannya

1. Ketidakmampuan Manajemen

Kurangnya kemampuan mengelola usaha atau lemahnya pengambilan keputusan merupakan masalah utama dalam kegagalan UKM. Hal ini sangat berkorelasi dengan pengetahuan manajemen dan pendidikan pelaku usaha mikro itu sendiri. Seringkali manajer usaha atau pemilik usaha tidak memiliki basic mengenai kepemimpinan dan ilmu untuk mengelola usaha.

2. Kurang Pengalaman

Seorang pelaku UKM atau managernya perlu memiliki pengalaman untuk menjalankan roda usahanya. Jika hanya bermodal nekat karena sedang trend suatu produk atau ikut-ikutan berbisnis maka peluang gagal lebih besar karena tidak ada pengalaman sebelumnya. Kurangnya pengalaman ini karena ketidakmampuan mendelegasikan sebagian tugasnya kepada orang lain.

Idealnya calon pelaku usaha harus mempunyai pengetahuan yang memadai, mengkoordinasi, dan mengintegrasikan berbagai kegiatan bisnis dan mengelola tenaga kerja. Jadi lebih baik memulai usaha dari kecil dulu agar paham lika-liku permasalahannya dan ketika rugi maka tidak akan terlalu besar.

3. Kendali Keuangan Lemah

Kendala ini merupakan salah satu yang paling menyebabkan kegagalan usaha kecil. Sering kali para pelaku usaha mencampurkan kas rumah tangga dengan pengeluaran untuk usaha. Tertib administrasi harus dilakukan sejak awal pendirian UKM.

Tidak boleh ada arus kas UKM digabungkan dengan kas rumah tangga karena nanti tidak akan mendapatkan analisis maksimal dalam pengembangan usaha. Semua transaksi harus tercatat agar dapat dikaji ulang apakah ada pemborosan atau pengeluaran yang tidak wajar.

4. Gagal Mengembangkan Perencanaan Strategis

Kemampuan dalam menyusun rencana strategis sudah pasti tidak dikenal oleh pebisinis UKM namun biasanya mereka secara naluriah mengembangkan strategi alias insting. Inilah yang disebut faktor X yang membuat pelaku UKM bisa cepat berkembang.

5. Pertumbuhan yang Tak Terkendali

Pertumbuhan merupakan sesuatu yang alamiah, sehat dan didambakan oleh semua pelaku usaha kecil. Perluasan usaha biasanya memerlukan perubahan dalam semua aspek manajemen tapi perubahan terpenting adalah kemampuan manajerial. Pertumbuhan usaha yang cepat sering melewati batas kemampuan untuk mengelolanya dan menimbulkan kegagalan bahkan kematian usahanya apalagi dengan tidak terkendalinya arus keuangan usaha.

6. Lokasi Usaha yang buruk

Untuk jenis usaha apapun, pemilihan lokasi yang tepat merupakan salah satu kunci sukses. Seringkali lokasi usaha dipilih tanpa kajian, pengamatan dan perencanaan yang baik. Beberapa pelaku UKM kadang memilih lokasi usaha karena ada tempat kosong. Lokasi harusnya dipilih bukan berdasarkan faktor untung-untungan. Usaha harus didirikan pada lokasi yang banyak dilalui oleh konsumen.

7. Digitalisasi

Kesalahan pada saat digitalisasi konsep informasi yang asli tidak dapat terpresentasikan dengan baik saat digitalisasi . Teknologi digital menawarkan biaya lebih rendah ,keandalan (reliability) yang lebih baik ,pemakaian ruang yang lebih kecil ,serta konsumen daya yang rendah .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

Butuh Bantuan? Chat dengan kami